HomeBlogSuami QowwamKetika Hasrat Meredup: Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan oleh Seorang Suami

Ketika Hasrat Meredup: Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan oleh Seorang Suami

Ketika Hasrat Meredup: Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan oleh Seorang Suami

Coach Hafidin | 0812-8927-8201

Ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak suami: meredupnya hasrat untuk berduaan dengan istri. Pelan. Diam. Tanpa suara. Namun sangat berbahaya.

Pada awalnya mungkin terlihat sepele.
Suami tiba-tiba merasa biasa saja tanpa kedekatan fisik.
Tidak terlalu terpanggil untuk menyentuh, memeluk, atau sekadar duduk lebih dekat dengan istrinya.

Namun diam-diam, ada satu kenyataan pahit yang sedang berbisik:

“Ada luka yang sedang tumbuh di dalam dirimu.”

Luka itu kadang berupa kejenuhan, kadang kekecewaan, kadang kemarahan yang dipendam, atau kadang hanya rasa lelah yang tak terucapkan. Satu hal yang pasti: fitrah lelaki tidak pernah berubah.


🌿 Fitrah Lelaki: Ingin Menempel kepada Istri

Allah menciptakan lelaki dengan kekuatan untuk memimpin, sekaligus dengan kerinduan yang khas kepada pasangan hidupnya.

Lelaki yang sehat fitrahnya akan:

  • ingin dekat,
  • ingin menyentuh,
  • ingin memeluk,
  • ingin merasakan kehadiran istri di sisinya, seperti perangko yang melekat pada suratnya.

Itulah cinta yang natural.
Itulah kelelakian yang lurus.
Itulah tanda bahwa jiwa seorang suami masih hidup dan bernapas.

Karena itu, jika seorang suami tiba-tiba nyaman jauh dari istrinya, jika ia menemukan ketenangan justru ketika menjauh, maka itu bukan lagi sebuah pilihan… itu adalah gejala.

Gejala bahwa batin suami sedang mengalami kerapuhan yang tidak boleh diabaikan.


🌑 Ketika Jarak Jadi Nyaman

Perhatikan baik-baik…

Ketika jarak terasa lebih menenangkan daripada kedekatan, ketika diam lebih nyaman daripada bicara, dan ketika kesendirian terasa lebih indah daripada kebersamaan, maka sebenarnya bukan istri yang sedang jauh — tetapi suamilah yang sedang menjauh dari dirinya sendiri.

Ia sedang kehilangan kompas batinnya.
Ia sedang kehilangan suluh yang menuntun hati.
Dan ia sedang memasuki wilayah gelap bernama Blind Spot — titik buta yang tak disadari, namun terus menyeretnya kepada keterasingan dalam rumah tangganya.


⚠️ Blind Spot Itu Nyata

Blind Spot bukan sekadar kesalahan.
Ia adalah titik gelap dalam diri seorang suami yang dibiarkan tumbuh:

  • kekecewaan yang dipendam,
  • ego yang tersinggung,
  • ekspektasi yang tidak terpenuhi,
  • luka yang tidak pernah diobati,
  • atau sekadar hati yang kelelahan di tengah badai kehidupan.

Jika tidak segera ditemukan dan dipecahkan, Blind Spot ini akan:

  • merusak cinta,
  • meretakkan keintiman,
  • dan menghancurkan pondasi rumah tangga.

Lalu, tanpa disadari, suami berubah menjadi orang asing bagi istrinya.
Dan istrinya berubah menjadi bayangan yang tidak lagi mampu disentuh oleh hatinya.


🔍 Temukan Titik Gelap Itu Sebelum Terlambat

Di sinilah seorang suami harus berani berbisik pada dirinya sendiri:

“Ada yang salah dalam diriku. Aku harus menemukannya.”

Keberanian ini, pengakuan ini, adalah awal dari kesembuhan.
Sebab seorang suami yang berani menghadapi gelap dalam dirinya adalah lelaki yang benar-benar sedang tumbuh menjadi Qowwam — pemimpin yang dewasa, bijak, dan kuat.

Dan saat Blind Spot itu ditemukan…
Saat titik gelap itu dipecahkan…
Saat kesadaran itu kembali terang…

Hasrat akan menyala lagi.
Cinta akan kembali mengalir lembut.
Dan seorang istri akan kembali merasakan pesona suaminya seperti hari-hari pertama pernikahan mereka.

Itulah romantisme yang sesungguhnya: cinta yang lahir dari jiwa yang jujur dan keberanian untuk memperbaiki diri.


🕊️ Akhir Kata

Jangan biarkan jarak menjadi kebiasaan.
Jangan biarkan dingin menjadi normal.
Jangan biarkan Blind Spot menuntun langkahmu menuju kehancuran.

Perbaiki sebelum semuanya tak terkendali.
Temukan kembali dirimu sebelum kehilangan cinta yang Allah titipkan.

Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert.


Baca Juga: