
Oleh KH. Hafidin, S.Ag | 0812-8927-7201
Membangun Peradaban dari Tauhid Menuju Kuasa Sosial dan Politik
1️⃣ SADAR JATI DIRI
“Li-īlāfi Quraisy…” (QS. Quraisy: 1)
Awal surat ini bukan sekadar pengingat kebiasaan dagang Quraisy, tetapi identitas eksistensial umat pilihan yang disiapkan untuk memikul misi besar: menjaga Ka’bah dan menyebarkan rahmat Allah di muka bumi.
Sadar jati diri berarti mengenali posisi spiritual dan historis kita sebagai umat pembawa risalah, bukan sekadar pengikut zaman.
👉 Tanpa kesadaran jati diri, umat akan menjadi pasar; bukan pelaku sejarah.
2️⃣ FAHAM TAUHID
“Fa’budu Rabba hādzal-bayt.” (QS. Quraisy: 3)
Tauhid adalah inti kekuatan Quraisy — ketika mereka menyadari bahwa semua nikmat (makan, aman, kekuasaan) datang bukan karena kecerdikan dagang, tetapi karena perlindungan dan rahmat Allah.
Tauhid melahirkan sikap:
- Tidak bergantung pada sistem kapitalis atau kolonial.
- Tidak takut kehilangan rezeki, sebab Allah adalah Ar-Razzaq.
- Tidak tunduk kepada manusia, sebab hanya Allah yang berhak disembah.
👉 Tauhid adalah pondasi ekonomi merdeka dan politik bermartabat.
3️⃣ DOMINASI EKONOMI
“Alladzī ath’amahum min jū‘…” (QS. Quraisy: 4)
Allah menegaskan bahwa yang memberi makan adalah Dia, bukan rihlah (perdagangan Quraisy).
Namun kesadaran ini menumbuhkan keberanian untuk menguasai sistem distribusi rezeki, bukan menjadi korban sistem.
Dominasi ekonomi dalam konteks Quraisy modern berarti:
- Menguasai produksi, distribusi, dan konsumsi umat.
- Menghidupkan koperasi syariah dan perdagangan jujur.
- Menjadikan ekonomi sebagai sarana dakwah dan pembebasan umat.
👉 Tanpa dominasi ekonomi, tauhid kehilangan pengaruh sosialnya.
4️⃣ KUASA SOSIAL DAN POLITIK
“Wa āmana-hum min khauf.” (QS. Quraisy: 4)
Keamanan dan stabilitas sosial adalah hasil dari kepemimpinan yang beriman dan berdaulat.
Quraisy diberi mandat mengamankan Ka’bah — pusat spiritual dan politik umat.
Maka, misi akhirnya bukan hanya berdagang dan makmur, tapi menegakkan tatanan sosial dan politik yang aman, adil, dan beriman.
Kuasa sosial-politik bukan berarti kekerasan, tetapi:
- Pengaruh yang menenteramkan.
- Kepemimpinan yang menegakkan keadilan.
- Kekuatan moral yang membuat umat lain menghormati Islam.
👉 Ketika ekonomi berdiri di atas tauhid, maka kekuasaan politik menjadi amanah, bukan alat kerakusan.
🕯 Kesimpulan: Warisan Quraisy untuk Umat Muhammad
Dari Quraisy, Allah mewariskan empat lapis misi kepada kita:
1️⃣ Sadar Jati Diri
2️⃣ Faham Tauhid
3️⃣ Dominasi Ekonomi
4️⃣ Kuasa Sosial dan Politik
Inilah peta peradaban Islam yang harus dihidupkan kembali — dari iman ke ekonomi, dari ekonomi ke kekuasaan, dari kekuasaan ke kemaslahatan semesta.
Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Sebagai Panglima Lapangan
Baca Juga: