HomeBlogPolitikMANIFESTO FUTŪḤAT GLOBAL VERSI NUSANTARA

MANIFESTO FUTŪḤAT GLOBAL VERSI NUSANTARA

MANIFESTO FUTŪḤAT GLOBAL VERSI NUSANTARA

oleh KH. Hafidin, S.Ag | 📞 0812-8927-8201
(Manifesto Ideologis untuk Izzul Islām wal Muslimīn dan Futūḥatul ‘Ālam)


🕋 Pendahuluan

Di bawah langit Nusantara yang diberkahi — di antara samudra dan gunung yang menjadi saksi sejarah perjuangan umat — kini lahir kembali kesadaran agung:
bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan manusia atas manusia,
tetapi bebas dari sistem zalim yang memenjarakan hati, ekonomi, dan pikiran umat manusia.

Bangsa Indonesia telah menapaki jalan panjang Futūḥat — dari dakwah Tauhid Kesultanan, revolusi kemerdekaan, hingga pembangunan nasional.
Namun perjuangan belum selesai. Kini kita memasuki babak baru sejarah: Futūḥatul Ummah fī Bilādihim, di mana umat Islam menjadi inti kekuatan perubahan bagi bangsanya sendiri.


⚔ Bab I — Hakikat Futūḥatul Ummah

Futūḥat bukan sekadar penaklukan wilayah, tetapi pembukaan kesadaran dan pembebasan jiwa bangsa dari hegemoni Mulkan Jabāriyyah Internasional — sistem global yang menindas manusia dengan kekuasaan tanpa ruh dan ekonomi tanpa nilai.

Ummat Islam kini tak lagi menunggu nusrah dari luar, sebagaimana dahulu Nabi ﷺ mencari perlindungan pada kabilah.
Sebab kini umat telah tersebar di seluruh penjuru dunia.
Maka strategi akhir zaman bukan tholabul nusrah, melainkan tahqīqul quwwah — membangun kekuatan hakiki di negeri sendiri, agar tegak di bawah panji Tauhid.


🇮🇩 Bab II — Futūḥat Indonesia

Indonesia adalah contoh nyata Futūḥatul Ummah fī Bilādihā:

  1. Futūḥat Kesadaran (1500–1900 M)
    Islam menyatukan kepulauan dalam ruh Tauhid dan budaya adab.
  2. Futūḥat Politik (1900–1945 M)
    Ummat mengguncang dunia dengan Proklamasi “Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.”
  3. Futūḥat Persatuan (1949–1950 M)
    Mosi Integral Natsir menyatukan bangsa dengan semangat Tauhid politik.
  4. Futūḥat Pembangunan dan Kedaulatan (1950–sekarang)
    Ummat berjuang mengisi, membangun, dan menguatkan NKRI demi Izzul Islām wal Muslimīn.

Indonesia bukan lagi objek sejarah — tetapi pelopor sejarah baru bagi kebangkitan peradaban Islam dunia.


🌍 Bab III — Dari Futūḥat Nasional ke Futūḥat Global

Setiap bangsa Muslim wajib membebaskan negerinya dari hegemoni global dan membangun kedaulatannya atas dasar Tauhid, keadilan, dan keseimbangan.
Ketika bangsa-bangsa Muslim telah merdeka dan berdaulat, mereka akan bersatu dalam satu kesadaran global — kesatuan ruh, visi, dan perjuangan.

Inilah jalan menuju Futūḥatul ‘Ālamiyyah — pembebasan umat manusia dari kezaliman sistem dunia, menuju tatanan Ilahi yang berkeadilan.


🕊 Bab IV — Futūḥatul Quds

Puncak perjalanan futuhat adalah pembebasan Al-Quds dari Zionisme internasional.
Namun pembebasan itu bukan sekadar geografis, melainkan spiritual — tanda kembalinya kepemimpinan umat yang berlandaskan wahyu.

“Ummat hari ini tidak sedang menunggu pertolongan dari luar, tetapi sedang menyiapkan diri menjadi inti kekuatan bangsanya sendiri — agar dari bangsa-bangsa Muslim yang telah merdeka dan berdaulat, lahir kesatuan ruh, kesadaran, dan kekuatan global, siap menyambut kehadiran Imam Mahdi dalam pembebasan Al-Quds, sebagai simbol tegaknya kembali Khilafah ‘ala Manhaj Nubuwwah.


🌞 Bab V — Sumpah Ideologis Ummat Futuhat

Kami bersumpah dengan nama Allah Yang Maha Hidup:

  • Akan mengisi negeri kami dengan amal, ilmu, dan iman.
  • Akan membangun kedaulatan bangsa dengan ruh Islam.
  • Akan menguatkan seluruh pilar bangsa demi Izzul Islām wal Muslimīn.
  • Akan menegakkan keadilan, menolak kezhaliman, dan memerdekakan manusia dari perbudakan modern.
  • Akan terus berjuang hingga datang masa Imam Mahdi, dan dunia kembali bernaung di bawah panji keadilan Ilahi.

⚜ Penutup

Manifesto ini bukan seruan perang, tetapi seruan kesadaran.
Bukan ajakan makar, tetapi panggilan membangun peradaban.
Sebab Futūḥatul Ummah adalah gerakan jiwa —
membebaskan diri, membangkitkan bangsa, dan mengembalikan dunia pada Sang Pemilik Keadilan:
Allāh Rabbul ‘Ālamīn.

Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Sebagai Panglima Lapangan


Baca Juga: