HomeBlogPoligamiSultan Tapi Sial #4

Sultan Tapi Sial #4

Sultan Tapi Sial #4

Coach Hafidin | 0812-8927-8201

— Ketika Suami Takut Berkuasa, Syetan yang Memimpin Rumah

⚔️ Catatan Sadis untuk Lelaki yang Mengosongkan Tahta Qowwamah

🏠 Rumah tangga itu bukan sekadar tempat tinggal —
tapi medan spiritual antara ketaatan dan pembangkangan.
Jika suami tidak memimpin dengan ilmu dan iman,
maka akan ada yang menggantikannya: syetan.

Syetan tidak butuh surat kuasa.
Ia hanya menunggu satu hal: suami berhenti berani memimpin.
Begitu suami diam, syetan bicara.
Begitu suami ragu, syetan menuntun.
Begitu suami takut mengambil keputusan,
syetan langsung duduk di kursi qowwamah.

💰 Zaman ini banyak rumah mewah penuh gemerlap dunia,
tapi tanpa kehadiran Allah di dalamnya.
Sebab pemimpinnya sudah melepaskan kendali.
Suami sibuk mencari uang, istrinya sibuk memerintah.
Anak-anak melihat itu — dan tumbuh tanpa rasa hormat pada ayahnya.
Mereka belajar bahwa suara ayah tak lagi penting,
karena ibulah yang menentukan segalanya.

Lihat betapa liciknya syetan.
Ia tak datang dengan rupa menyeramkan,
melainkan melalui “perasaan lembut” istri,
melalui “kebaikan semu” suami,
dan “kompromi kecil” yang mematikan prinsip.
Begitulah syetan membalik tatanan ilahi tanpa perlawanan.

📖 Padahal, qowwamah itu bukan soal kekuasaan,
tapi soal menegakkan tatanan Allah di rumah.
Ketika suami berani berkuasa dengan iman,
ia sedang menegakkan sistem Allah.
Namun ketika ia takut berkuasa,
ia sedang memberi ruang bagi sistem iblis.

⚠️ Inilah tragedi spiritual banyak suami zaman ini.
Mereka fasih bicara tentang Allah,
tapi lupa bahwa Allah memberi mereka otoritas suci
bukan untuk ditinggalkan, tapi dijalankan.
Dan saat otoritas itu kosong,
syetan masuk sebagai penguasa bayangan.

👂 Ia berbisik lembut di telinga istri,
membisikkan kebanggaan semu:

“Kamulah yang lebih sabar. Kamulah yang lebih bijak.
Kamulah yang pantas menentukan arah.”

Dan suami yang takut berkuasa pun berkata:

“Ya sudah, terserah kamu saja…”

💣 Itulah kalimat penyerahan kekuasaan paling fatal
dalam sejarah rumah tangga.
Bukan karena ia tidak cinta,
tapi karena ia tidak sadar bahwa setiap “terserah kamu”
adalah bentuk kudeta spiritual di rumahnya sendiri.

🌿 Maka, wahai para suami — sadarlah.
Kalau engkau tidak berani memimpin dengan wahyu,
maka rumahmu akan dipimpin oleh hawa nafsu.
Dan jika engkau tak menguasai arah rumah tanggamu,
maka syetanlah yang akan menulis nasibnya.

💪 Bangkitlah.
Rebut kembali tahta qowwamah itu.
Tegakkan kepemimpinanmu dengan iman, ilmu, dan kasih sayang.
Sebab hanya rumah yang dipimpin oleh lelaki berjiwa qowwam,
yang akan dijaga oleh malaikat — bukan syetan.

Barokallah fiikum
Pelatih Hafidin – Pendiri Poligami Pendampingan Swasta


Baca Juga: