
Coach Hafidin | 0812-8927-8201
Oleh: Coach Hafidin – Begawan Poligami Indonesia
Takwa bukan sekadar rasa takut.
Takwa adalah sikap hidup penuh kesadaran untuk mengagungkan Allah dalam segala urusan.
Dan salah satu bentuk pengagungan itu adalah menghormati, menerima, dan melaksanakan syari’at Allah dengan penuh kerelaan.
📌 Termasuk: poligami.
1. 📖 Poligami Adalah Bagian dari Syari’at yang Agung
Allah berfirman:
“فَانكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوَٰحِدَةً”
“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) satu saja…”
(QS An-Nisa: 3)
Ayat ini bukan sekadar membolehkan, tapi mengarahkannya.
Dan tak ada satu ayat pun dari Allah yang sia-sia.
Semua adalah rahmat, petunjuk, dan bagian dari proyek peradaban.
2. 💠 Mengagungkan Syari’at = Bukti Ketakwaan
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
“Tanda orang bertakwa adalah dia tunduk kepada syari’at walaupun bertentangan dengan nafsu dan perasaannya.”
Maka ketika seorang suami:
✅ Sudah memenuhi syarat poligami,
✅ Ingin menjaga diri dari fitnah dan maksiat,
✅ Siap menanggung amanah sebagai Qowwam atas lebih dari satu istri,
Namun tetap menolak karena takut penilaian manusia,
➡️ Itu tanda lemahnya ketundukan pada syari’at.
Sebaliknya,
Yang melaksanakan poligami karena Allah, sedang membuktikan bahwa syari’at lebih ia agungkan daripada kenyamanan emosional.
Dan itu… adalah ketakwaan sejati.
3. 🌟 Tidak Semua Orang Dipilih untuk Menghidupkan Syari’at Ini
Poligami bukan syari’at yang wajib. Tapi ia ujian kehormatan spiritual.
Banyak orang menghafal ayat, tapi sedikit yang rela hidup di dalamnya.
Allah memilih orang-orang tertentu untuk menghidupkan syari’at ini.
Bukan karena mereka lebih hebat,
Tapi karena Allah ingin menampakkan kemuliaan syari’at-Nya lewat mereka yang bertakwa.
4. 🛡️ Takwa Itu Bukan Takut Istri, Tapi Tunduk kepada Allah
Hari ini, banyak lelaki berkata:
“Saya ingin poligami, tapi saya kasihan sama istri…”
Padahal:
⚠️ Kasihan yang benar adalah takut membuat Allah murka.
⚠️ Kasihan sejati adalah saat lebih memilih perasaan manusia daripada ketetapan Allah.
➡️ Takwa bukan kompromi dengan hawa nafsu istri.
➡️ Takwa adalah keberanian melaksanakan syari’at dengan adab, strategi, dan cinta.
5. 🚀 Penutup: Jangan Malu Menghidupkan Syari’at Allah
Jika engkau malu poligami karena takut cap buruk masyarakat,
Itu tanda engkau lebih peduli penilaian makhluk daripada ridha Khaliq.
Tapi jika engkau berani melangkah demi menegakkan syari’at, menjaga kehormatan, dan membangun keluarga peradaban,
Maka itu bukti hatimu takwa.
Poligami bukan sekadar pernikahan berganda.
Ia adalah penghormatan kepada wahyu,
Bukti cinta kepada syari’at,
Dan manifestasi takwa yang menuntun peradaban.
Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert
Baca Juga: