HomeBlogPoligamiKetika Ustadz Senior Belajar Poligami: Kisah Pertemuan Tahun 2016

Ketika Ustadz Senior Belajar Poligami: Kisah Pertemuan Tahun 2016

Ketika Ustadz Senior Belajar Poligami: Kisah Pertemuan Tahun 2016

Coach Hafidin | 0812-8927-8201

Bismillah.

Suatu hari di tahun 2016, saya kedatangan tamu istimewa — seorang ustadz senior dari Solo.
Beliau sedang mengisi kajian keliling masjid-masjid di wilayah Serang dan Cilegon.

Di sela perjalanan dari satu masjid ke masjid berikutnya, beliau mampir ke rumah.
Obrolan dimulai dengan pertanyaan ringan, namun ternyata menjadi pintu diskusi panjang.

❓ Pertanyaan yang Menggelitik

Beliau bertanya:

“Kang Hafidin, punya anak berapa?”

Saya jawab:

“Alhamdulillah, anak saya 15 orang.”

Dengan sedikit heran, beliau kembali bertanya:

“Dari satu istri?”

Saya tersenyum:

“Dari empat istri, Ustadz.”

MasyaAllah, respon beliau.

🏡 Tur Keliling Rumah Istri

Saya pun menunjukkan lokasi rumah istri pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
Beliau tampak antusias, mendengar cerita singkat bagaimana kehidupan rumah tangga itu berjalan rukun dan tertata.

Tiba-tiba beliau bertanya:

“Apa ilmunya bisa sukses poligami?”

Saya jawab sambil tersenyum:

“Maaf Ustadz, ana tidak tahu persis ilmunya apa. Saya yakin Ustadz lebih paham soal poligami dari saya.”

Jawaban itu keluar spontan, karena saat itu saya memang belum memiliki formulasi baku untuk menjelaskan mengapa poligami saya bisa berjalan baik.

Beliau hanya nyengir mendengar jawaban tersebut.

🎁 Bekal yang Ternyata Berguna

Kami melanjutkan obrolan tentang banyak hal — dari urusan keluarga hingga isu keummatan.
Dalam obrolan itu, saya sedikit membagikan prinsip-prinsip pribadi yang saya pegang dalam menata rumah tangga poligami.

Selang beberapa tahun, saya mendengar kabar bahwa ustadz tersebut kini memiliki dua istri.

Ketika kami bertemu kembali, sambil berbincang tentang dakwah dan umat, beliau tersenyum dan berkata:

“Alhamdulillah, sedikit bekal dari antum, ana kini punya dua istri. Terima kasih, Kang.”

💡 Pelajaran dari Kisah Ini

Kadang, sebuah pertemuan singkat bisa menjadi pemicu perubahan besar dalam hidup seseorang.
Bukan karena kita merasa lebih tahu, tetapi karena kita saling menginspirasi.

Poligami bukan sekadar teori, tapi seni memimpin dan merawat hati.

Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Founder Private Mentoring Poligami


Baca Juga: