
Coach Hafidin | 0812-8927-8201
✍️ Catatan Coach Hafidin tentang Ukuran Sukses yang Tak Tertulis di Modul
Di banyak program pelatihan, kepuasan peserta biasanya diukur dengan kuesioner, rating bintang lima, atau testimoni manis di akhir sesi.
Namun, di Private Mentoring Poligami, ukuran itu sering terasa terlalu sempit.
Saya pernah bertanya langsung kepada para mentee:
“Apa tanda bahwa antum puas mengikuti program ini?”
Jawabannya beragam:
- Ada yang menekankan pada ilmu yang membuka mata
- Ada yang merasakan perubahan sikap
- Dan ada pula yang berkata jujur:
“Tanda saya puas atas program ini adalah saya sering merespon, ngajak diskusi, konsultasi lanjut online atau offline, dan berbagi rizki dengan antum.”
Jawaban ini sederhana, tapi sarat makna.
Apalagi ketika saya menyadari, beberapa mentee sering mengirimkan bukti transfer secara tiba-tiba.
Saat saya tanyakan alasannya, jawabannya singkat:
“Ingin saja.”
❤️ Lebih dari Sekadar Interaksi: Tanda Keterlibatan Jiwa
Fenomena ini menunjukkan bahwa kepuasan dalam mentoring tidak hanya soal materi yang tersampaikan, tetapi juga tentang keterhubungan jiwa.
- Mentee yang sering merespon berarti hatinya tergerak untuk terus berinteraksi.
- Ia tidak lagi duduk pasif, tapi aktif memancing pembahasan baru.
💬 Kebiasaan berdiskusi dan konsultasi di luar sesi formal menunjukkan kepercayaan.
Mereka melihat mentor bukan sekadar fasilitator, tapi rujukan hidup.
✨ Transformasi: Ketika Rasa Menjadi Tindakan
Puncaknya adalah kebiasaan memberi secara spontan.
⚖️ Tanpa kontrak, tanpa kewajiban, tanpa harga tambahan — mereka mengirim rezeki sebagai wujud rasa syukur, seolah berkata:
“Ilmu ini terlalu bernilai untuk tidak dibalas.”
Dalam dunia psikologi pembelajaran, ini dikenal sebagai:
📚 Reciprocity-driven engagement
Keterlibatan yang lahir dari rasa terima kasih, bukan dari aturan tertulis.
Dalam bahasa iman, ini adalah sedekah dari hati yang tercerahkan.
🔍 Indikator Intangible dari Sukses Mentoring
Jika dilihat dari logika bisnis, transfer spontan itu hanyalah angka.
Tetapi bagi saya, itu adalah indikator tak kasatmata:
- Mentee berubah dari penerima pasif menjadi pemberi aktif
- Pola rasa berubah dari menunggu bimbingan menjadi menghidupkan bimbingan
- Hubungan berevolusi dari klien menjadi kerabat perjuangan
🌱 Dan ini hanya mungkin terjadi jika mentoring menanamkan pesona diri, prinsip qowwamah, dan kesadaran hidup memberi
🔚 Penutup: Kepuasan Sejati dalam Private Mentoring Poligami
Bagi saya, kepuasan mentee bukan sekadar ucapan “Saya paham, Coach.”
Kepuasan itu adalah ketika mereka:
✅ Terus aktif berinteraksi
✅ Menjadikan mentor sebagai rujukan hidup
✅ Memberi dengan sukarela — bukan karena diminta, tapi karena ingin
Mentoring ini bekerja bukan hanya di kepala, tetapi di hati.
🎯 Karena pada akhirnya, misi Private Mentoring Poligami bukan hanya membentuk suami yang siap memimpin banyak istri —
Tapi membentuk lelaki yang hidupnya menjadi cahaya, bahkan untuk mentornya sendiri.
Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Founder Private Mentoring Poligami
Baca Juga: