HomeBlogPoligamiRumah TanggaAncaman Terberat, Untuk Istri Penolak Suami Poligami

Ancaman Terberat, Untuk Istri Penolak Suami Poligami

Ancaman Terberat, Untuk Istri Penolak Suami Poligami

By Coach Hafidin | 0812-8927-8201

Silahkan Perhatikan pernyataan – pernyataan dibawah ini :

  1. Saya tidak menolak syariat Poligami, tapi saya menolak dipoligami.
  2. Saya tidak menolak Syariat Poligami, saya hanya tidak mau suami saya poligami.
  3. Saya tidak menolak Syariat poligami, hanya saja saya tidak sanggup dipoligami.
  4. Saya tidak menolak Syariat poligami, tapi saya lebih memilih sendiri daripada bersama suami poligami.

Semua perkataan tersebut adalah bisikan setan kepada teman-temannya.

Pemahaman ini, bisa ditelusuri melalui Firman Allah Ta’ala :

{ وَمَن یَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ نُقَیِّضۡ لَهُۥ شَیۡطَـٰنࣰا فَهُوَ لَهُۥ قَرِینࣱ (36) وَإِنَّهُمۡ لَیَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِیلِ وَیَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ (37) }
[Surat Az-Zukhruf: 36-37]

Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur`ān), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya. Dan sungguh, mereka (setan-setan) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

[Surat Az-Zukhruf: 36-37]

Silahkan pembaca Fokus pada kalimat :
یَعۡشُ
Kalimat ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir sebagai berikut :

يَقُولُ تَعَالَى: ﴿وَمَنْ يَعْشُ﴾ أَيْ: يَتَعَامَى وَيَتَغَافَلُ وَيُعْرِضُ،

Firman Allah Swt.:
{وَمَنْ يَعْشُ}
Barang siapa yang berpaling. (Az-Zukhruf: 36)
Yakni pura-pura tidak tahu, melalaikan dan berpaling.

Tiga makna diatas, mencakup melarang suami, menghalangi suami, memberatkan suami, merekayasa suami agar tidak jadi menikah lagi, meminta cerai dari suami dan lain sebagainya.

Berdasarkan tafsir ini, maka siapapun yang acuh-acuh tak acuh terhadap syariat apapun termasuk syariat Poligami, apalagi menentangnya, maka ia diancam oleh Allah Ta’ala.

Ancaman itu berapa ia (istri) dipertemankan oleh Allah Ta’ala dengan setan.

Perhatikan kalimat dipertemankan oleh Allah dengan setan! Artinya, istri yang menolak syariat poligami, maka pasti temannya adalah setan.

Maka, setanlah yang terus menerus menemani, memberi ide, merasuk jiwa, merusak fikiran dan membisikkan pikiran-pikiran yang bertentangan dengan akal sehat dan wahyu. Sehingga, istri penolak poligami, jiwanya mudah tergoncang, mudah marah, gampang dengki, terjangkit kebencian, berprilaku seperti orang gila, kehilangan akal sehat, playing victim dan sangat agresif untuk menyalahkan suami atau siapa saja yang melaksanakan syariat poligami.

Lalu, siapa yang sanggup menyelamatkan istri yang sudah seperti ini?

Jawabannya, tidak ada. Kecuali, Allah Ta’ala.

Istri yang sudah terjangkit setan seperti ini, amat sangat sulit sembuh dan disembuhkan, sebab itu merupakan bentuk hukuman langsung dari Allah Ta’ala. Maka, yang hanya bisa memisahkan setan dari istri penolak syariat poligami ini adalah hanya Allah Ta’ala saja.

Dampaknya, wanita ini bisa terus tersesat, tambah rusak, pintar membuat kerusakan, dipertemukan dengan yang se komplotannya, berubah menjadi musuh, bersekongkol dengan musuh Islam dan bahkan murtad dari Islam.

Mengerikan.

Lalu, siapa yang sanggup merayu Allah Ta’ala, agar berkenan untuk menyembuhkannya?

Jawaban dari Al-Qur’an, ia adalah Suaminya.

Allah Ta’ala berfirman :
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِكُمۡ وَأَوۡلَـٰدِكُمۡ عَدُوࣰّا لَّكُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡۚ وَإِن تَعۡفُوا۟ وَتَصۡفَحُوا۟ وَتَغۡفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِیمٌ }
[Surat At-Taghabun: 14]

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Hanya suami yang diperkenalkan oleh Allah Ta’ala untuk merayu Allah Ta’ala, agar istri diampuni, dengan 4 cara yang disebutkan oleh Allah Ta’ala tersebut. Yaitu :

  1. Hati-hati jaga sikap, ucapan, tindakan dan kebiasaan saat merespon stimulus dari istri.
  2. Memaafkan Kekeliruan,
  3. Memaklumi Kesalahan, dan
  4. Mengampuni kejahatannya.

Maka, disinalah Suami Wajib Qowwam dan wajib memiliki Pesona diri.

Anda Sudah Qowwam dan sudah penuh pesona?

Terbaik, jika sudah dan musibah bagi istri, anak, keluarga dan masyarakat.

Anda Ingin Qowwam dan Mempesona? Belajarlah!!!

Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert.


Baca Juga : Derita Suami Kaya Raya