
📌 Sebuah pengembangan teori menurut para pakar.
✍️ By Coach Hafidin
🏡 Pendahuluan
Cinta dalam rumah tangga bukan sekadar perasaan sesaat, tetapi perjalanan panjang menuju kedewasaan emosional dan spiritual. Banyak pasangan terjebak dalam hubungan yang hanya didasarkan pada kewajiban, tanpa menyadari bahwa cinta memiliki tingkatan yang lebih tinggi.
Dalam teori 4 Level Cinta Suami Istri yang dikembangkan oleh Coach Hafidin, cinta dapat berkembang dari sekadar kewajiban menjadi kebanggaan. Pemahaman ini tidak hanya memperkuat hubungan monogami, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam poligami yang sehat dan harmonis.
📖 Teori ini memiliki korelasi dengan konsep cinta dalam Islam dan temuan para ilmuwan modern dalam bidang psikologi pernikahan. Mari kita bahas secara mendalam!
💠 Level 1: Kewajiban (Mencintai sebagai Kewajiban)
Pada tahap ini, pasangan menjalankan pernikahan karena kewajiban agama dan sosial, bukan dorongan hati yang mendalam.
📖 Pandangan Islam
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mawaddah (kasih sayang) dan rahmah (kelembutan) bisa tumbuh dari kewajiban yang dijalankan dengan baik.
🧠 Pandangan Ilmuwan Modern John Gottman dalam The Seven Principles for Making Marriage Work menjelaskan bahwa pernikahan yang hanya bertahan di level kewajiban rentan mengalami kejenuhan dan kehilangan gairah.
🔹 Contoh: ✅ Suami memberi nafkah hanya karena kewajiban. ✅ Istri melayani suami hanya karena tuntutan agama.
💖 Level 2: Kerelaan (Mencintai dengan Keikhlasan)
Pasangan mulai menjalankan peran dengan hati yang lebih terbuka dan rela.
📖 Pandangan Islam Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar kontrak kewajiban, tetapi juga ladang untuk membangun hubungan yang lebih dalam berdasarkan kerelaan dan saling memahami.
🧠 Pandangan Ilmuwan Modern Gary Chapman dalam The 5 Love Languages menekankan bahwa memahami bahasa cinta pasangan membuat hubungan lebih tulus dan bahagia.
🔹 Contoh: ✅ Suami mulai peduli dengan kebutuhan emosional istri. ✅ Istri melayani suami dengan rasa syukur dan cinta.
😊 Level 3: Kesukaan (Mencintai dengan Senang dan Tenang)
Pasangan mulai menikmati kebersamaan dengan rasa suka dan ketenangan yang muncul secara alami.
📖 Pandangan Islam
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang terbaik terhadap istriku.” (HR. Tirmidzi)
🧠 Pandangan Ilmuwan Modern Dr. Sue Johnson dalam Hold Me Tight menjelaskan bahwa perasaan tenang dalam hubungan adalah tanda pasangan telah membangun ikatan emosional yang kuat.
🔹 Contoh: ✅ Suami menikmati obrolan santai dengan istri. ✅ Istri merasa nyaman dan bahagia saat suami di dekatnya.
🏆 Level 4: Kebanggaan (Mencintai dengan Bangga)
Pasangan tidak hanya nyaman, tetapi juga merasa bangga memiliki satu sama lain.
📖 Pandangan Islam Nabi Muhammad ﷺ selalu menunjukkan rasa bangga terhadap istrinya, terutama Sayyidah Khadijah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa cinta sejati dalam pernikahan mencapai tahap kebanggaan dan penghormatan satu sama lain.
🧠 Pandangan Ilmuwan Modern John Gottman menyebutkan bahwa pasangan yang mencapai tahap ini memiliki sistem kekaguman yang kuat terhadap satu sama lain.
🔹 Contoh: ✅ Suami bangga memperkenalkan istrinya di depan orang lain. ✅ Istri bangga memiliki suami yang bijaksana dan bertanggung jawab.
📌 Kesimpulan
💡 Cinta dalam pernikahan bukan sesuatu yang statis, tetapi berkembang melalui berbagai tahap. Banyak pasangan berhenti di level kewajiban atau kerelaan, sehingga hubungan terasa hambar. Namun, mereka yang mencapai level kesukaan dan kebanggaan akan merasakan pernikahan yang lebih bahagia dan berkualitas.
Dalam poligami, memahami 4 level cinta ini menjadi sangat penting. Suami yang ingin berpoligami harus memastikan bahwa hubungan dengan istri-istrinya tidak hanya berhenti di level kewajiban, tetapi terus berkembang hingga mencapai kebanggaan.
Sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, pernikahan bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga membangun cinta yang kuat, sehat, dan penuh kebanggaan.
📚 Referensi:
- Al-Qur’an, Surah Ar-Rum: 21
- Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin
- Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Raudhah al-Muhibbin
- Gary Chapman, The 5 Love Languages
- John Gottman, The Seven Principles for Making Marriage Work
- Sue Johnson, Hold Me Tight
🎯 Ingin hubungan rumah tangga lebih harmonis dan membanggakan? Pelajari 4 Level Cinta ini bersama Coach Hafidin! 💖✨
Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert.
Baca Juga : Konsep 4 Level Cinta Suami Istri Menurut Coach Hafidin