
By Coach Hafidin | 0812-8927-8201
Menyingkap Tabir Syariat yang Sering Difitnah
🖊️ Oleh: Coach Hafidin – Begawan Poligami Indonesia
✨ Islam adalah rahmat.
Bukan hanya untuk kaum lelaki, tapi juga perempuan, anak-anak, keluarga, masyarakat, dan seluruh alam.
Maka setiap bagian dari syariat Islam adalah pancaran rahmat — termasuk poligami.
Namun, mengapa hari ini poligami lebih sering dicap sebagai petaka daripada berkah?
Karena manusia lebih suka menilai syariat dengan rasa daripada ilmu.
1️⃣ Islam = Rahmat. Maka Semua Syariat-Nya = Rahmat
Allah Ta’ala berfirman:
“وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ”
“Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS Al-Anbiya: 107)
Apa pun yang Rasul bawa — shalat, zakat, jihad, hijab, hingga poligami — semuanya adalah wujud kasih sayang Allah kepada manusia.
Barangsiapa menolak sebagian syariat karena menganggapnya menyakitkan, berarti sedang menyalahpahami rahmat Allah.
2️⃣ Poligami Adalah Rahmat, Tapi Tidak Untuk Hati yang Penuh Dendam
🕊️ Poligami adalah:
- Rahmat bagi suami yang ingin menjaga diri dari fitnah,
- Rahmat bagi wanita yang belum mendapat pasangan,
- Rahmat bagi istri yang ingin madrasah kolaboratif,
- Rahmat bagi anak-anak dalam rumah tangga terpimpin.
Tapi…
Rahmat ini hanya dirasakan oleh:
- Hati yang tunduk, bukan yang mendebat,
- Jiwa yang lapang, bukan yang curiga,
- Akal yang beriman, bukan yang teracuni propaganda.
3️⃣ Mengapa Banyak Orang Merasa Poligami Menyakitkan?
⚖️ Karena rahmat terasa pahit bagi hati yang salah mindset.
Imam Ibnul Qayyim menjelaskan dalam Ighâtsah al-Lahfân:
“Syariat Allah seluruhnya adalah keadilan, rahmat, dan hikmah.
Maka jika suatu hukum berubah dari keadilan kepada kezaliman,
dari rahmat kepada keburukan, maka itu bukan syariat
meskipun disebut dengan syariat.”
Artinya, salah kelola poligami bukan berarti poligami itu buruk.
Yang belum matang adalah pelaksananya.
4️⃣ Poligami: Rahmat yang Perlu Ilmu, Adab, dan Kepemimpinan
Poligami bukan hanya niat dan gairah. Ia perlu:
- Mindset Qowwamah,
- Kematangan spiritual,
- Kedewasaan psikologis,
- Kekuatan finansial,
- Keberanian menghadapi badai sosial.
💡 Di sinilah peran Private Mentoring Poligami.
Agar para suami tidak hanya berniat, tapi juga siap secara jiwa dan strategi,
untuk menjadikan poligami ladang cinta dan cahaya, bukan luka dan dusta.
5️⃣ Penutup: Poligami Bukan Musibah, Tapi Hadiah
Poligami bukan momok, bukan penyebab kehancuran rumah tangga.
Justru ketika dilakukan dengan benar, poligami adalah puncak manajemen cinta dalam syariat.
Kalau kamu percaya bahwa Islam adalah rahmat,
maka yakinlah bahwa poligami adalah bagian dari rahmat itu.
🧠 Jangan cabik rahmat dengan logika trauma dan narasi korban.
📚 Pelajari. Pahami. Siapkan diri. Jalani dengan bimbingan.
Rahmat takkan terasa sebagai rahmat jika tak dijemput dengan ilmu dan adab.
Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert
Baca Juga: