HomeBlogRumah TanggaFitrah, Kemuliaan Akhlak, dan Kepatuhan Total Rasulullah ﷺ

Fitrah, Kemuliaan Akhlak, dan Kepatuhan Total Rasulullah ﷺ

Fitrah, Kemuliaan Akhlak, dan Kepatuhan Total Rasulullah ﷺ

Coach Hafidin | 0812-8927-8201

Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah. Ia tidak mematikan naluri manusia, tidak memusnahkan keinginan, dan tidak membangun manusia di atas penyangkalan diri. Justru Islam mendidik fitrah agar berjalan di bawah cahaya wahyu.

Di antara fitrah yang Allah tanamkan pada diri lelaki adalah kecenderungan untuk mencintai, menyukai, dan menginginkan pasangan. Karena itulah, syariat tidak menutup pintu itu, tetapi mengaturnya dengan kemuliaan, tanggung jawab, dan keadilan. Umat Islam dibolehkan menikah hingga empat istri, dan dalam kondisi tertentu dibolehkan pula berpisah dan membangun rumah tangga kembali, semua dalam koridor hukum Allah.

Rasulullah ﷺ adalah manusia paling sempurna dalam menjaga fitrah sekaligus paling sempurna dalam menundukkannya di bawah perintah Allah.

Secara hukum, Allah memberi beliau keistimewaan khusus yang tidak diberikan kepada umatnya: beliau dibolehkan memiliki istri lebih dari batas maksimal yang ditetapkan bagi kaum mukminin. Dalam perjalanan hidup beliau, rumah tangga Nabi ﷺ terbentuk dengan penuh hikmah, sarat misi dakwah, pendidikan umat, dan penguatan syariat.

Kemudian, setelah komposisi rumah tangga beliau ditetapkan dan disempurnakan, Allah menurunkan firman-Nya:

“Tidak halal bagimu (wahai Nabi) perempuan-perempuan (lain) sesudah itu, dan tidak pula engkau mengganti mereka dengan istri-istri yang lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu…”
(QS. Al-Ahzab: 52)

Ayat ini tidak merendahkan Rasulullah ﷺ. Justru sebaliknya, ia mengangkat derajat beliau ke puncak keteladanan. Al-Qur’an mengakui bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang memiliki fitrah, perasaan, dan rasa ketertarikan. Namun pada saat yang sama, Al-Qur’an memperlihatkan:

🌙 Betapa sempurnanya kepatuhan beliau kepada Allah, hingga fitrah yang paling halus sekalipun tunduk total kepada perintah-Nya.

Sejak ayat ini turun, Rasulullah ﷺ tidak pernah melanggarnya. Tidak menambah istri. Tidak mengganti istri. Tidak melangkah sejengkal pun di luar batas yang Allah tetapkan. Inilah puncak akhlak kenabian: taat tanpa tawar, patuh tanpa sisa.

Maka menjadi sangat jelas:

• Islam bukan agama yang memerangi fitrah
• Poligami bukan ajaran syahwat, tetapi sistem tanggung jawab
• Rasulullah ﷺ adalah manusia paling sempurna dalam memadukan fitrah dan ketakwaan


🕊️ Kesimpulan Ruhani

Fitrah beliau sempurna. Akhlak beliau paling mulia. Dan kepatuhan beliau kepada Allah adalah tanpa syarat.

Dan di situlah kita belajar:

Kemuliaan manusia bukan pada menuruti keinginan, tetapi pada menundukkan keinginan di hadapan perintah Allah.

Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert.


Baca Juga: