
Coach Hafidin | 0812-8927-8201
CATATAN SADIS UNTUK LELAKI YANG INGIN NIKMAT BESAR, TAPI TAK SANGGUP MENGANGKAT DIRI SENDIRI
Mari kita mulai dari kenyataan pahit yang jarang mau kau telan:
Kau ingin poligami, tapi diri kau sendiri belum siap menjadi laki-laki yang layak memikul lebih dari satu hati.
Bukan istrimu yang bermasalah.
Bukan masyarakat yang menghalangi.
Bukan omongan orang yang membuatmu ragu.
Masalah terbesar dalam poligamimu adalah dirimu sendiri.
Dan sebelum kau marah membaca kalimat itu, izinkan aku jelaskan:
Ada dua tipe lelaki yang ingin poligami:
- Lelaki yang pantas — yang poligaminya jadi rahmat.
- Lelaki yang hanya bernafsu — yang poligaminya berubah jadi laknat bagi diri, istri, bahkan anak-anaknya.
Pertanyaannya…
kau termasuk yang mana?
SUAMI INGIN NIKMAT TAMBAHAN, TAPI DIRINYA MASIH PELIT DENGAN PERBAIKAN DIRI
🔥
Banyak suami ingin poligami karena melihat poligami sebagai kenikmatan besar.
Betul, poligami memang nikmat besar.
Tapi ada satu hal yang suami lupa:
Nikmat besar tidak pernah dititipkan pada laki-laki kecil.
Kau ingin istri dua, tiga, empat…
Sementara diri kau sendiri masih kalah menghadapi satu perempuan yang paling mencintaimu.
Satu istri saja kau belum bisa buat tenang.
Satu rumah saja masih sering meledak.
Satu hati saja belum bisa kau pimpin dengan teduh.
Satu emosi perempuan saja belum mampu kau jinakkan.
Satu tanggung jawab saja sering kau abaikan.
Tapi kau ingin menambah lagi?
Itu bukan visi.
Itu ilusi.
Dan ilusi itu harus dihancurkan sebelum ia menghancurkan hidupmu.
SUAMI ITU QOWWAM, BUKAN DRAMA QUEEN
💠
Banyak suami merasa dirinya “laki-laki sejati” hanya karena mampu memberi nafkah materi.
Padahal nafkah materi hanya 15% dari total kewajiban.
Yang 85%—yang paling menentukan kualitas rumah tangga—justru sering kau tinggalkan:
• Nafkah biologis yang berirama
• Nafkah psikologis yang menenangkan
• Nafkah spiritual yang menuntun
Apakah semua ini sudah seimbang?
Atau jangan-jangan… kau hanya sibuk kerja, lalu merasa sudah berhak atas poligami?
Jika itu mindsetmu, maka poligami di tanganmu hanya akan menjadi:
petaka yang kau cipta sendiri.
**ISTRI PERTAMA MENOLAK BUKAN KARENA DIA TAKUT POLIGAMI
TAPI KARENA DIA TAK PERCAYA PADA KUALITASMU**
⚠️
Ini tamparan paling keras—terimalah.
Mayoritas istri bukan menolak poligami.
Mereka menolak dipimpin oleh lelaki yang getarnya lemah.
Perempuan bisa mencium vibrasi batin suami jauh sebelum suami bicara.
Kalau vibrasi suami:
ragu,
takut,
minder,
tidak mantap,
tidak punya alasan agung,
atau tidak punya rencana jangka panjang,
maka yang ditangkap istri adalah:
emosi,
curiga,
cemburu destruktif,
gelisah,
dan penolakan total.
Istri membaca dirimu lebih akurat daripada dirimu membaca dirimu sendiri.
Kalau kau tidak memimpin dirimu,
mana mungkin kau memimpin hatinya?
MASALAHMU BUKAN POLIGAMI — MASALAHMU ADALAH KEPRIBADIAN SUAMIMU SENDIRI
🧩
Jika kau selama ini:
dikendalikan emosi istri,
sering merajuk,
mudah tersinggung,
mudah panik,
tidak punya suara yang menenangkan,
tidak punya sikap yang meneduhkan,
tidak punya jiwa besar,
bagaimana kau ingin poligami?
Poligami membutuhkan pribadi yang kokoh.
Bukan lelaki yang reaktif.
Kau ingin poligami, tapi kau sendiri masih dipimpin oleh:
egomu,
emosimu,
keinginanmu,
ketakutanmu.
Kau ingin istri kedua, padahal diri kau saja belum selesai di istri pertama.
Ini bukan hinaan.
Ini realitas yang harus kau hadapi dengan jujur.
POLIGAMI HANYA UNTUK LELAKI YANG MENANG DI ISTRI PERTAMA
🏆
Menang di sini bukan soal memaksa atau mendominasi.
Menang berarti:
menang meredakan amarah,
menang memberi ketenangan,
menang memimpin dengan lembut tapi tegas,
menang memberi empat nafkah secara seimbang,
menang menundukkan ego sebelum menundukkan istri,
menang menghadapi fitnah sebelum menghadapi dunia.
Kalau hal-hal dasar ini saja belum kau kuasai,
tambahan istri bukanlah nikmat—
itu adalah pintu malapetaka.
**PROGRAM PRIVATE MENTORING POLIGAMI ITU BUKAN TEMPAT LATIHAN.
ITU TEMPAT TRANSFORMASI.**
🔱
Bukan untuk suami yang manja.
Bukan untuk suami yang suka mengeluh.
Bukan untuk suami yang gengsinya tinggi tapi kualitas dirinya rendah.
Private Mentoring Poligami yang dibimbing Coach Hafidin adalah:
Proses menyayat ego dan membangun Qowwamah dari pondasi spiritual sampai habits.
Di sana, suami belajar:
Sistem Spiritual Tauhid Terapan
4 Elemen Qowwam: Roisun, Kabiirun, Haakimun, Muaddibun
4 Nafkah Wajib dan keseimbangannya
4 Kuasa Suami
4 Pondasi Pesona
4 Target Pencapaian Suami
8 Level Mindset Poligami
Cara menundukkan konflik
Cara menenangkan istri
Cara memimpin perasaan
Cara menjaga vibrasi nikmat
Cara menjadi laki-laki yang ditakuti syahwatnya dan ditenangi istrinya
Dan seluruh fondasi Qowwamah yang membuat hidup menjadi teratur.
Biayanya?
147 juta.
Murah bagi suami yang siap berubah.
Terlalu mahal bagi suami yang ingin poligami tapi tetap malas memperbaiki diri.
MAKA INILAH TAMPARAN TERAKHIR:
⚡
Kalau kau ingin poligami tanpa membangun diri,
kau sedang menggali kubur untuk dirimu sendiri.
Kalau kau ingin nikmat besar tapi tidak mau menguatkan jiwa,
kau sedang meminta bencana dengan tanganmu sendiri.
Kalau kau ingin membangun rumah kedua sementara rumah pertama masih retak,
kau sedang mempercepat kehancuran dua-duanya.
Tapi…
Jika kau mau berubah,
mau ditempa,
mau dituntun,
mau dilatih menjadi Qowwam sejati—
maka poligami akan menjadi:
jalan kemuliaan, bukan malapetaka;
jalan nikmat, bukan musibah.
Dan itulah yang dibangun Coach Hafidin dalam Private Mentoring Poligami:
membentuk laki-laki yang bukan hanya ingin poligami,
tetapi pantas menerimanya sebagai nikmat terbesar dari Allah Ta’ala.
Barokallah fiikum
Coach Hafidin – Mentor Poligami Expert.
Baca Juga: