HomeBlogPoligamiSultan Tapi Sial #8

Sultan Tapi Sial #8

Sultan Tapi Sial #8

Coach Hafidin | 0812-8927-8201

β€” Istrinya Nurut, Tapi Suaminya Tak Berdaya di Hadapan Dunia

πŸ“œ Catatan Sadis untuk Lelaki yang Menang di Rumah, Tapi Kalah di Medan Kehidupan

πŸ’  Ada jenis suami yang tampak hebat di rumah.
Istrinya taat, anak-anaknya sopan, rumah tangganya rapi.
Semuanya terlihat damai β€” tapi hanya di dalam pagar rumahnya.
Begitu keluar ke dunia nyata, ia lemah, gamang, dan tak berpengaruh.

Inilah suami domestik, lelaki yang hanya berani berkuasa di lingkup kecil,
namun kehilangan energi qowwamah di hadapan dunia.
Ia seperti raja tanpa kerajaan β€” kursinya indah, tapi tak ada rakyatnya.

🏠 Di rumah, ia dihormati.
Namun di dunia bisnis, sosial, atau dakwah, suaranya tak didengar.
Sebab kepemimpinannya hanya berbentuk otoritas, bukan karisma spiritual.
Ia tidak punya daya pengaruh β€” ia hanya punya kontrol.

Padahal, lelaki qowwam sejati tidak hanya memimpin istri,
tapi juga memimpin realitas hidupnya.
Ia menundukkan keadaan, bukan ditundukkan.
Ia mengatur waktu, bukan dikuasai kesibukan.
Ia menata arah hidup dengan keyakinan dan makna β€”
bukan sekadar bertahan agar rumah tangga β€œterlihat baik.”

πŸ•― Suami seperti ini sebenarnya lemah secara batin.
Terlalu fokus pada peran domestik,
lupa bahwa qowwamah sejati adalah kepemimpinan spiritual dan sosial.
Allah tidak menciptakan lelaki hanya untuk menjadi penjaga rumah,
melainkan penjaga tatanan dunia.

β€œDan Kami jadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami.”
(QS. Al-Anbiya: 73)

Namun bagaimana mungkin ia menjadi pemimpin dunia,
jika dirinya sendiri belum mampu menundukkan dirinya?
Bagaimana ia menegakkan perintah Allah di bumi,
jika di luar rumah masih hidup sebagai pengekor sistem duniawi?

βš–οΈ Suami seperti ini sering terjebak pada ilusi kemenangan kecil:
merasa sudah sukses karena istrinya nurut.
Padahal itu baru bab pertama kepemimpinan.
Bab selanjutnya adalah menghidupkan ruh kepemimpinan global β€”
agar keberadaannya membawa pengaruh, bukan hanya ketenangan pribadi.

✨ Lelaki qowwam sejati bukan hanya ditakuti oleh istri,
tetapi dihormati oleh semesta.
Auranya membawa ketertiban, pikirannya membawa arah,
dan keputusannya menjadi penentu bagi lingkungannya.

Sementara suami yang hanya puas berkuasa di rumah,
akan cepat kehilangan cahaya.
Sebab qowwamah yang tak dikembangkan ke luar rumah,
akan membusuk menjadi kesombongan kecil di dalam rumah.

🌍 Maka wahai para suami β€”
jangan bangga dulu karena istrimu nurut.
Tanyakan pada dirimu:
apakah dunia pun tunduk pada kedewasaan spiritualmu?
Apakah engkau membawa cahaya, atau sekadar memegang kendali?

Karena pada akhirnya,
Allah tidak menilai seberapa patuh istrimu,
tetapi seberapa luas pengaruh qowwamahmu terhadap kehidupan.

Barokallah fiikum
Pelatih Hafidin – Pendiri Poligami Pendampingan Swasta


Baca Juga: