
Coach Hafidin | 0812-8927-8201
— Istrinya Rajin Ngaji, Tapi Hatinya Menolak Dipimpin
🩸 Catatan Sadis untuk Suami yang Terperangkap dalam Kesalehan Semu
🕊 Fenomena yang membingungkan banyak suami zaman ini:
istrinya rajin ngaji, aktif kajian, hafal ayat dan hadis,
namun hatinya menolak qowwamah suami.
Di depan ustazah — lembut dan khusyuk.
Di depan suami — berubah jadi hakim dan pengkritik.
Setiap keputusan suami ditimbang dengan “logika ngaji”-nya sendiri.
Ia menasihati suami dengan ayat, tapi tanpa adab.
Ia bicara agama, tapi dengan nada kuasa.
Ia tampak shalihah di forum, tapi keras di ruang tamu.
🔥 Inilah wajah kesalehan yang beraroma pembangkangan.
Iblis pun hafal ayat, tapi ia tidak tunduk pada perintah.
Begitu pula sebagian wanita modern —
mengaku taat pada Allah, namun menolak sistem Allah:
bahwa suami adalah pemimpin atas dirinya.
Kesalehan seperti ini menipu banyak lelaki mapan.
Suami merasa aman karena istrinya rajin ngaji,
padahal yang tumbuh bukan ketaatan,
melainkan kesombongan spiritual yang halus.
Ia menilai suaminya dari “ilmu agamanya,”
bukan dari kedudukan imamah-nya.
Padahal Allah tidak menjadikan istri hakim atas suami,
melainkan menjadikan suami pemimpin atas istri.
“Ar-rijālu qawwāmūna ‘alan-nisā.”
(QS. An-Nisa: 34)
📿 Ayat ini bukan simbol patriarki,
melainkan tatanan tauhid.
Sebab tidak mungkin ada dua pemimpin dalam satu rumah,
dan tidak akan ada ketenangan jika struktur langit dibalik oleh perasaan bumi.
🌿 Maka, wahai suami —
jangan tertipu oleh simbol kesalehan.
Ngaji, hijab, dan aktivitas keagamaan tak otomatis berarti taat,
jika di baliknya tersembunyi ego yang ingin mengatur pemimpin.
💞 Dan wahai istri —
ketaatanmu kepada suami bukan karena dia sempurna,
tetapi karena Allah yang memerintahkanmu tunduk.
Tunduk bukan berarti kalah,
tapi menyatu dalam harmoni kepemimpinan ilahi.
Rumah tangga yang penuh kajian namun kosong ketaatan
adalah rumah yang indah di luar, tapi retak di dalam.
Ayat dan hadis jadi senjata untuk saling menyalahkan,
bukan untuk saling menundukkan diri di hadapan Allah.
🌙 Maka, wahai suami —
jangan hanya bangga punya istri rajin ngaji.
Pastikan jiwanya juga siap dipimpin.
Sebab ilmu tanpa adab melahirkan pembangkangan,
dan kesalehan tanpa qowwamah melahirkan kehancuran dengan baju syar’i.
Karena pada akhirnya —
istri yang paling dicintai Allah bukan yang paling banyak hafalan,
melainkan yang paling ringan tunduk pada suaminya dengan ikhlas.
Dan suami yang paling mulia,
bukan yang takut pada istrinya yang berilmu,
tapi yang tegas memimpin dengan ilmu yang beriman.
Barokallah fiikum
Pelatih Hafidin – Pendiri Poligami Pendampingan Swasta
Baca Juga: