HomeBlogPoligamiSuami yang Dipenjara Satu Istri

Suami yang Dipenjara Satu Istri

Suami yang Dipenjara Satu Istri

Coach Hafidin | 0812-8927-8201

Catatan Sadis untuk Lelaki yang Takut Jadi Diri Sendiri


Saya menyaksikan banyak suami yang sesungguhnya sedang dipenjara oleh satu istri.
Penjara itu tidak berjeruji besi, tapi jerujinya halus, lembut, dan romantis — berbentuk perhatian, drama, gengsi, dan rasa bersalah.

Suami ini tidak sadar kalau fitrahnya sedang dilumpuhkan.
Pikirannya dibungkam oleh kalimat manis:

“Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu nggak akan berpikir menikah lagi.”

Padahal cinta seperti itu bukan suci —
itu adalah bentuk penjajahan emosional paling licik dalam sejarah rumah tangga modern.


🦁 Singa yang Diubah Jadi Kucing Peliharaan

Lelaki seperti ini tampak baik — rajin kerja, patuh, dan romantis.
Tapi batinnya kering, gairahnya mati, dan wibawanya menguap.
Ia seperti singa yang diubah jadi kucing peliharaan.

Ia diberi makanan, dielus setiap hari,
tapi tak boleh lagi mengaum, berburu, atau memimpin.

Fitrahnya sebagai lelaki dibungkus dengan rasa bersalah.
Ia diajari bahwa hasrat kepada wanita lain itu dosa.
Padahal itu fitrah yang harus diarahkan, bukan dihapuskan.

Lalu bagaimana mungkin seorang suami bisa menjadi Qowwam — pemimpin sejati — jika fitrahnya sendiri dimatikan?


💀 Generasi “Sultan Tapi Sial”

Banyak suami mapan yang sesungguhnya sedang sekarat secara spiritual.
Hidup dalam rumah megah, tapi jiwanya sempit.
Punya uang ratusan juta, tapi takut pada tatapan istri.
Mampu menafkahi banyak orang, tapi tak mampu menegakkan kepemimpinan di rumah sendiri.

Inilah generasi “Sultan Tapi Sial.”
Sial bukan karena hartanya hilang,
tapi karena kehilangan keberanian menjadi lelaki seutuhnya.


🌹 Istri yang Baik Tidak Memenjarakan, Tapi Memerdekakan

Istri yang baik tidak memenjarakan, tapi memerdekakan suaminya.
Ia sadar bahwa cinta sejati tumbuh dari ketaatan kepada Allah, bukan dari mengekang fitrah lelaki.

Ia ridha dipimpin, bukan bersaing dalam kuasa.
Ia tahu: semakin tinggi derajat suaminya di sisi Allah,
semakin tinggi pula kemuliaannya sebagai istri.

Dan suami yang baik —
bukanlah yang tunduk pada istri,
tetapi yang mampu menuntun istrinya menuju ridha Ilahi.

Karena pada akhirnya,
suami bukan milik istri, tapi milik amanah Allah.


✍️ Coach Hafidin
Mentor Poligami & Qowwamah Mastery
Membangun Harmoni Keluarga Islami

Barokallah fiikum
Pelatih Hafidin – Pendiri Poligami Pendampingan Swasta


Baca Juga: