
KH. Hafidin, S.Ag.ย |ย 0812-8927-8201
Melawan Penjajahan Gaya Baru dan Menjaga Marwah Negeri
๐ Pendahuluan: Tanah Air Adalah Amanah Ilahiah
Tanah air bukan sekadar wilayah administratif. Ia adalah karunia Allah ๏ทป yang wajib dijaga, dikelola, dan dipertahankan.
Kesadaran terhadap tanah air adalah kesadaran ruhani, historis, dan politis. Dalam Islam, bumi bukan milik kekuasaan siapa pun, kecuali milik Allah, dan manusia hanyalah khalifah-Nya.
ููุงูุฃูุฑูุถู ููุถูุนูููุง ููููุฃูููุงู ู
โDan bumi telah Dia hamparkan untuk semua makhluk.โ
(QS. Ar-Rahman: 10)
Namun kini, tanah-tanah milik rakyat direbut paksa oleh kekuatan rakus bernama oligarki, yang menjual negeri ke tangan asing. Yang paling brutal terjadi di Banten, lewat proyek bernama PIK 2.
๐ง PIK 2 dan Penjajahan Gaya Baru
Perampokan Sistematis atas Nama Proyek Strategis
PIK 2 bukan sekadar proyek properti. Ia adalah bentuk kolonialisme ekonomi terselubung atas nama kemajuan:
- Tanah rakyat dicaplok
- Nelayan diusir
- Ekosistem rusak
- Budaya disingkirkan
- Kedaulatan dikorbankan
๐ซ Dulu VOC datang dengan senjata.
๐ Kini oligarki datang dengan izin dan backing aparat.
๐ฐ Dulu penjajah membangun benteng.
๐๏ธ Kini penjajah membangun kota eksklusif bertembok untuk orang kaya dan asing.
“Oligarki adalah bentuk penjajahan yang tak terlihat, tapi sangat menghancurkan.”
(Parafrasa dari Jeffrey Winters, Oligarchy)
๐ Apa yang Sebenarnya Terjadi di PIK 2?
- Alih fungsi lahan besar-besaran
- Reklamasi brutal menghancurkan pesisir
- Pengusiran komunitas nelayan
- Pembangunan hanya untuk konglomerat
- Proyek dikuasai elit ekonomi Cina, bukan anak negeri
๐ Ini bentuk nyata Neokolonialisme Cina melalui properti, yang ironisnya terjadi di tanah para jawara: Banten.
๐ก๏ธ Banten: Negeri Perlawanan, Bukan Penyerahan
Sejarah Banten adalah sejarah perlawanan, dari:
- Maulana Hasanuddin
- Sultan Ageng Tirtayasa
- Geger Cilegon 1888
โKami rakyat Banten, hidup dengan kehormatan atau mati dalam perjuangan.โ
(Spirit Sultan Ageng Tirtayasa)
Kini, perlawanan itu harus dihidupkan kembali, bukan dengan senjata, tapi dengan:
- ๐ง Kesadaran kolektif (al-wa’yu al-jamฤ’ฤซ)
- ๐ Pendidikan rakyat
- ๐ค Pengorganisasian sosial
- ๐ข Tekanan politik ke penguasa boneka
- ๐ผ Kebangkitan ekonomi mandiri
๐พ Kesadaran Tanah Air: Menolak Dijajah Halus
Penjajah modern tak datang untuk menembak rakyat,
tapi meninabobokan rakyat dengan narasi pembangunan.
Mereka membunuh jiwa rakyat lewat:
- Penggusuran
- Utang
- Kerusakan lingkungan
“ุฅูุฐูุง ุถููููุนูุชู ุงููุฃูู ูุงููุฉู ููุงููุชูุธูุฑู ุงูุณููุงุนูุฉู”
โJika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran.โ
(HR. Bukhari)
๐ Mereka mengkhianati amanah konstitusi:
Tanah untuk rakyat, bukan untuk oligarki.
โ๏ธ Jihad Konstitusional: Jalan Perlawanan Rakyat Banten
Sadar tanah air bukan cuma emosi, tapi jihad konstitusional:
- Membangun basis legal perlawanan
- Menggugat proyek ilegal dan koruptif
- Menggalang kekuatan rakyat dari desa, pesisir, kampus, dan pesantren
- Menghidupkan ruh perlawanan Islam di Banten
- Mengusir para pengkhianat penjual tanah air
๐ Penutup: Negeri Ini Milik Allah, Bukan Milik Oligarki
โSesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang shalih.โ
(QS. Al-Anbiyaโ: 105)
Tanah air bukan milik elite properti.
Bukan milik China.
Bukan milik calo proyek.
๐ Jika kita kehilangan kesadaran hari ini,
anak cucu kita akan hidup sebagai budak di tanah sendiri.
๐ฅ Bangkitlah Banten!
- Lawan PIK 2!
- Lawan Penjajahan Cina!
- Lawan Oligarki!
๐ฅ Sadar Tanah Air adalah pangkal dari semua perjuangan!
Barokallah fiikum
KH. Hafidin, S.Ag.ย โ Brigade KASABA
(Untuk Masyarakat Banten dan Seluruh Rakyat yang Masih Punya Harga Diri)
Baca Juga: