
By Coach Hafidin |Β 0812-8927-8201
(Belajar dari Seluruh Perjalanan Hidup)
1. π¨ Perbedaan adalah Seni Hidup
Allah menciptakan manusia dengan keberagaman, baik dalam suku, bahasa, maupun pemikiran. Firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Perbedaan bukanlah ancaman, melainkan seni dalam kehidupan yang harus dipahami dan dikelola dengan kebijaksanaan. Dalam dunia ilmu pengetahuan, prinsip Neurodiversity mengajarkan bahwa setiap individu memiliki cara berpikir dan merespons yang unik. Ini adalah anugerah yang jika disikapi dengan baik, akan menghasilkan harmoni dan kemajuan.
2. π€ Membaca Perbedaan sebagai Keselarasan Hidup
Keselarasan bukanlah tentang keseragaman, tetapi tentang bagaimana menyatukan berbagai perbedaan dalam sebuah harmoni. Dalam psikologi, teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner menunjukkan bahwa manusia memiliki berbagai jenis kecerdasan. Seorang suami yang bijak akan memahami bahwa setiap istrinya memiliki keunikan dalam berpikir, merespons, dan berkontribusi dalam rumah tangga.
Dalam Islam, Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana menyikapi perbedaan dengan adil di antara istri-istrinya. Salah satu hadits menyebutkan:
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku.”
(HR. Tirmidzi)
Dengan memahami bahwa setiap orang memiliki perannya masing-masing, kita akan mampu membaca perbedaan sebagai peluang untuk menciptakan kehidupan yang selaras.
3. π Menemukan Multi Manfaat Maksimal dalam Perbedaan
Dalam ekonomi dan sosial, teori Comparative Advantage menunjukkan bahwa perbedaan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat maksimal. Dalam keluarga dan kehidupan sosial, memahami perbedaan akan membuka banyak peluang untuk pertumbuhan bersama.
Dalam konteks poligami, suami yang qowwam harus mampu menggali kelebihan dari masing-masing istrinya dan mengoptimalkan potensinya. Ini selaras dengan hadits Rasulullah:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing terdapat kebaikan…”
(HR. Muslim)
Pemimpin yang bijak akan melihat perbedaan bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai sumber kekuatan untuk mencapai keberhasilan dalam keluarga dan kehidupan.
4. π Nilai Manfaat Tertinggi adalah Visi dan Misi Hasanah Dunia dan Hasanah Akhirat
Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Allah berfirman:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia…”
(QS. Al-Qashash: 77)
Seorang pemimpin keluarga harus memiliki visi yang jelas: membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta membimbing seluruh anggota keluarganya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dalam studi psikologi kepemimpinan, pemimpin visioner adalah mereka yang mampu menginspirasi dan menggerakkan orang lain menuju tujuan jangka panjang. Suami yang memiliki visi jelas akan mampu membimbing keluarganya dengan kebijaksanaan, membentuk keluarga yang harmonis, dan menjadi contoh nyata dari qowwamah yang sejati.
β¨ Kesimpulan
Kebijaksanaan dalam memahami perbedaan, menyelaraskannya, memaksimalkan manfaatnya, dan mengarahkannya menuju visi dan misi akhirat adalah kunci keberhasilan dalam kehidupan. Dalam perjalanan hidup ini, mari kita terus belajar dari setiap perbedaan yang ada dan menjadikannya sebagai jalan menuju kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan pemahaman dalam agama.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberikan kebijaksanaan dalam memahami kehidupan dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
Barokallah fiikum
Coach Hafidin β Mentor Poligami Expert
Baca Juga: